SMPIT NURUL ISLAM TENGARAN

Integrated Islamic Boarding School

Bersama Dua Veteran Kemerdekaan, SMPIT Nurul Islam Tengaran Gelar Upacara Hari Pahlawan


Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya


SMPIT Nurul Islam Tengaran -- Bapak Yahyo (95) dan Bapak Sumitro (88) adalah dua orang veteran kemerdekaan Indonesia. "Dengan keterbatasan persenjataan yang hanya menggunakan bambu runcing, tidak mengurangi semangat para pejuang untuk meraih kemerdekaan. Saya kala itu masuk ke dalam barisan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Laskar Rakyat", ujar Bapak Sumitro.


Beliau berdua saat ini tinggal di dusun Prokimad, Kembangsari, Karangduren, Tengaran, Kabupaten Semarang. Walau usia telah terbilang sangat senja, tampak dalam mimik wajah dan cara bersikap bekas kegigihan semasa perjuangan kemerdekaan. Oleh itulah di Hari Pahlawan yang diperingati pada 10 November setiap tahunnya, kali ini SMPIT Nurul Islam mengundang beliau berdua untuk turut hadir dalam Upacara Hari Pahlawan Jumat, 10 November 2017.


Upacara yang dipandu dengan protokol resmi ini, diiringi dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih, lagu Indonesia Raya, pembacaan teks pembukaan UUD '45, Pancasila, Ikrar Kesaksian, lalu amanat pembina upacara yang disampaikan oleh Ustadz Mariyo, S.Sn.


Bapak Yahyo dan Bapak Sumitro yang telah hadir selanjutnya dipersilakan duduk di podium lapangan di hadapan sekitar 600 siswa dan guru. Dipandu oleh Ustadz Sunarto selaku kepala sekolah, beliau berdua menginspirasi para siswa sebagai generasi penerus agar mengisi dan mempertahankan kemerdekaan negeri ini yang telah diraih dengan cucuran keringat dan tetesan darah para pejuang. Jangan sampai menjadi pengkhianat bangsa yang menjual negeri ini kepada penjajah.


Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari sekolah sebagai tanda penghargaan yang tak seberapa dibanding perjuangan mereka yang menjadikan kita semua saat ini bisa menikmati hasil kemerdekaan Indonesia. Mari dengan penuh semangat, kita mengisi kemerdekaan ini dengan mampu berdiri di atas kaki sendiri dan melepaskan diri dari dominasi bangsa penjajah moderen. Merdeka...! (Humas/Umar)