SMPIT NURUL ISLAM TENGARAN

Integrated Islamic Boarding School

Hanya 2 Jam, Terhimpun 26 Juta Rupiah untuk Palestina

Hanya 2 Jam, Terhimpun 26 Juta Rupiah untuk Palestina

Dari Ustadz dan Para Santri


Kab. Semarang, Nurul Islam Tengaran -- Berita akan kehadiran seorang syaikh dari Palestina ke Pesantren Nurul Islam Tengaran sudah dipastikan sejak beberapa hari yang lalu. Griya Zakat bersama Dompet Sejuta Harapan, lembaga amal sosial bekerjasama dengan Komita Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) mengontak pesantren dan menawarkan kehadiran syaikh dari Palestina untuk memberikan kisah dan pesannya dari rakyat Palestina, sekaligus menghimpun donasi untuk mereka.


Sore menjelang maghrib, Selasa (6/6) alhamdulillah tamu kehormatan yang dinanti tersebut telah hadir disambut oleh para pengelola pesantren di ruang kantor yayasan. Kabar gembira yang bertepatan dengan rasa nikmat berbuka puasa di tengah Ramadhan ini. Rencana syaikh tersebut akan menjadi imam sholat Isya' sekaligus tarawih di Masjid Assalam, kompleks pesantren Nurul Islam Tengaran.


Memang untuk jamaah isya' dan tarawih yang diimami oleh syaikh tersebut hanya diikuti oleh para santri putri. Santri putra sholat di masjid masing-masing karena masjid Assalam tak mampu menampung jamaah putra dan putri sekaligus. Usai sholat, barulah santri putra bergabung di masjid Assalam untuk mengikuti agenda bersama bertema _Untuk Palestina_ ini.


Syaikh Ayman Amin Abd Alkader, nama tamu dari Palestina tersebut. Masih terlihat muda namun kebapakan. Berwibawa. Dan sangat cepat akrab dengan kami. Ternyata, beliau telah mengantongi sertifikat hafalan Alqur'an bacaan Imam Ashim Kufi. Maka, kami yang bermakmum di belakang beliau saat sholat sangat merasakan sentuhan bacaan Alqur'an yang teralun merdu, dengan makhraj dan tajwid yang sangat baik. Sholat isya' dan tarawih kali itu mampu menjadikan kami menikmati setiap bacaan Alqur'an yang dilantunkan tanpa bosan. Bahkan dengan irama lagu yang terus berbeda pada setiap rakaatnya.


Seperangkat soundsystem dan sorotan proyektor LCD telah siap digunakan usai tarawih untuk menggelar sesi taujih dan pesan dari Syaikh Aiman. Syaikh tersebut tentu menggunakan bahasa aslinya saat penyampaian, bahasa Arab. Maka telah disiapkan pula seorang penterjemah dari rombongan ACT Jogja yang turut mendampingi, bernama Ustadz Maulana seorang alumni sebuah universitas di Yaman. 


Syaikh mendahului pesannya dengan menegaskan bahwa Palestina adalah bumi yang diberkahi. Insyaallah, kelak negeri tersebut akan bebas dari penjajahan Israel dan kita akan sholat bersama di Masjidil Aqsha yang suci. Allahu Akbar. Pesan selanjutnya adalah tanah Palestina bersama penduduk aslinya yang beragama Islam telah lama menghuni tanah ini dan kini terusir oleh bangsa penjajah Israel. Kekejaman dan kedzaliman acap terus terjadi. Kini tanah Palestina tinggallah sekian persen dari luas geografi aslinya sebelum era penjajahan. Penggusuran, pembunuhan hingga perang terus dikobarkan oleh penjajah Israel. Korban terus berjatuhan. Mulai orangtua hingga anak-anak.


Tapi penduduk Palestina ini bangkit. Mereka bangkit dengan mulai menanamkan nilai Alqur'an sejak kecil. Ya. Untuk membangkitkan generasi Islam, tak ada titik awal selain dekat dengan Alqur'an setelah umat Islam menjauhkannya dari diri mereka. Maka digalakkanlah program-program hafalan Alqur'an. Di mana-mana marak para anak kecil menghafal Alqur'an. Maka, bisa dijumpai sampai-sampai liburan musim panas diisi oleh anak-anak Palestina dengan program menghafal Alqur'an. Seperti kata Sholahuddin Al-Ayyubi sang legenda dalam Perang Salib, bahwa untuk meraih kembali kemenangan Islam, harus dimulai dari kedekatan dengan Alqur'an. Dan insyaallah Indonesia akan dipenuhi dengan para penghafal Alqur'an.


Usai pemaparan pesan dan taujih, dibukalah sesi penggalangan donasi untuk rakyat Palestina. Sebagaimana ditampilkan dalam slide, bahwa rakyat Palestina menderita kekurangan pangan, sandang hingga papan. Anak-anak yang menjadi korban bom. Rumah yang kini tinggal bertembok dari plastik. Hingga untuk berbuka puasa pun tidak punya makanan untuk disantap.


Dalam slide itu pula, ditampilkan bantuan dari rakyat Indonesia, mulai bantuan pangan, selimut untuk musim dingin, dan berbagai bentuk bantuan lain yang sangat berharga untuk mereka.


Penggalangan donasi malam ini dibuka dengan nominal Rp 200.000,- dengan imbalan kenang-kenangan berupa syal persaudaraan Indonesia-Palestina. Satu per satu hadirin, mulai dari ustadz hingga santri mengacungkan tangan sebagai tanda kesiapan menyisihkan sebagian hartanya untuk donasi Palestina.


Saat ditawarkan nominal lebih, terus bermunculan para donatur yang siap menyumbang mulai 300.000, perlahan naik 400.000, lalu 500.000. Hingga tibalah secara mengejutkan ada seorang santri yang dengan semangatnya siap menyumbang Rp 1.000.000,- dari uang miliknya. Masyaallah.


Belum berhenti di situ, ternyata sumbangan dengan nominal yang sama diikuti oleh santri yang lain. Dada ini tak berhenti bergetar menyaksikan gemuruh semangat dan takbir yang terus bersahutan.


Ternyata masih muncul kejutan yang lain. Santri yang awalnya siap hendak menyumbang 1 juta rupiah itu kemudian meralat nominalnya. Bukan menguranginya. Tapi menambahnya hingga ia sendiri siap mendonasikan hartanya sebesar Rp 2.000.000,-. Allahu Akbar. Takbir bersahutan. Seolah ia tak ingin kalah bersaing dalam kebaikan. Ia ingin yang terbaik. Santri yang bernama Rayhan Mumtaza yang masih duduk di bangku kelas 7 SMPIT Nurul Islam Tengaran ini tak henti mengundang decak kagum. Dan semoga Allah balas ia dengan kebaikan yang melimpah dan memberkahi hartanya dan keluarganya.


Dalam 2 jam, dihitunglah total donasi yang berhasil dihimpun dari para santri beserta ustadz/ahnya. Secara mengejutkan didapati jumlah donasi yang terkumpul malam ini sebesar Rp 26.775.000,-. Allahu Akbar...


Semoga Allah rahmati para donatur. Memberkahi hartanya. Melimpahi kebaikan untuknya. Dan mengganti hartanya dengan yang lebih baik. 


Juga Allah rahmati Syaikh Ayman yang telah berbagi kisah tentang penderitaan rakyat Palestina sehingga melahirkan sejumput kepedulian dari kami. Juga para rombongan Griya Zakat, DSH, ACT, hingga KNRP yang telah menjadi perantara kebaikan dan kepedulian ini bergulir.


Allah yubaarik fiinaa. Dan insyaallah kelak kita akan diberikan kesempatan untuk sholat bersama-sama di Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak. Aamiin. (humas/umar)