SMPIT NURUL ISLAM TENGARAN

Integrated Islamic Boarding School

Zaki, Sang Juara Nasional Itu Menyusul Hakam Khatam 30 Juz

Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti keluarga besar Nurul Islam Tengaran. Masjid kecil itu kembali meneguhkan untuk menjadi saksi sejarah bagi seorang santri SMPIT yang sukses menuntaskan hafalan Alqur'an 30 juz.

Muhammad Zaki Ash-Shidiqi, 14 tahun, yang kini duduk di kelas 9 SMPIT Nurul Islam Tengaran menjadi santri kedua yang sukses menaklukkan cita-citanya menjadi seorang Hafizh Alqur'an 30 juz. Setelah sebelumnya Hakam Arham, kawan sekelasnya, terlebih dahulu menuntaskan setoran hafalan 30 juz pada 23 November 2016 lalu.

Sore ini Selasa, 13 Desember 2016 di hadapan Ustadz Khoirul Umar, Zaki menyetorkan halaman terakhir yang ia hafal dari keseluruhan 604 halaman mushaf Alqur'an. Terakhir yang ia setorkan adalah surat Al Hadid yang berada dalam juz 27. Sedang juz 28, 29 dan 30 telah ia setorkan sejak awal mengikuti program khusus tahfizh sekira dua tahun yang lalu, Oktober 2014. Masjid Al Furqon menjadi saksi khatamnya.

Santri yang pernah meraih juara nasional lomba Kuis Ki Hajar ini, menyempurnakan prestasi yang telah banyak ia raih sebelumnya. Selain prestasi akademik yang ia raih, prestasi Alqur'an pun ia raih.

Proses yang ia tempuh menuju hafal 30 juz, tak jauh seperti tempaan yang diterima oleh kawannya, Hakam. Kedisiplinan, yang membuatnya beberapa kali mendapat ganjaran punishment adalah sebentuk proses yang tak ubahnya seperti pedang saat ditempa. Semakin panas api yang menjilatnya, semakin mudah ia ditempa. Semakin keras ditempa, semakin cepat ia terbentuk. Tentu teknik menempanya bukan sembarangan. Cara yang sembarangan, juga akan mendapat hasil yang sembarangan.

Jangan lagi hitung berapa kali harus ditegur karena mengucap tajwid yang tidak tepat.

Jangan lagi hitung berapa kali ia diluruskan saat bacaan yang ia lantunkan salah.

Jangan lagi hitung berapa hari libur yang harus ia relakan untuk menjadi waktu karantina menghafal.

Pun, jangan lagi hitung, karena setiap kali hafalan itu susah, akan semakin banyak ayat dibaca berulang. Semakin banyak ayat diulang, semakin banyak pahala yang terkumpul. Bukankah membaca satu huruf itu mendapat pahala 10 kebaikan. "Barangsiapa membaca satu huruf Kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu lalu dilipatgandakan sepuluh kalinya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim itu sebagai satu huruf, tetapi Alif itu satu huruf, Lam itu satu huruf, dan Mim itu satu huruf." (H.R. Tirmidzi)

Cobalah hitung, berapa huruf dalam satu halaman mushaf. Pasti kelelahan menghitung. Bukankah karunia Allah itu luas, sehingga memghitung pahala pun sampai kelelahan.

Bukankah Allah bukakan buat kita pintu jannah yang lebar lewat Alqur'an ini. Yang jika Anda mau mengkaji keutamaannya, Anda pasti tak akan menjauhkan diri darinya. 

Hingga bacaannya pun, mampu menjadi syafaat atau penolong kelak di hari kiamat. Yang mempelajarinya dan mengajarinya adalah golongan yang terbaik. Yang menjadi ahlinya, bahkan Allah tempatkan sebagai keluarga dan orang istimewa-Nya. Sedang mukjizat terakhir umat ini, satu-satunya yang masih tersisa adalah ia, Alqur'an.

Jika ada yang masih mengatakan bahwa 30 juz itu adalah cita-cita yang terlampau sulit untuk dicapai, bukankah Allah telah menegaskan, bahwa Alqur'an itu mudah dihafal, "Sungguh benar-benar telah Kami mudahkan Alqur'an untuk diingat, adakah yang mengambil pelajaran." (Al Qamar : 17).

Semoga kedua orang tua ananda Zaki, merasakan keberlimpahan bahagia atas prestasi Alqur'an sekaligus akademik yang diperoleh sang putra. Dan menjadi kebarakahan bagi keluarganya juga keluarga besar tempat ia menyusur jalan thalabul ilmi.

Tantangan tak pernah lepas dari pandangan matamu, nak. Capaian ini bukanlah akhir pengembaraan. (rep/marsya)


Kab. Semarang, 13 Desember 2016

====================

Di tengah rintik hujan yang selalu memayungi langit pekan ini