SMPIT NURUL ISLAM TENGARAN

Integrated Islamic Boarding School

Oleh-oleh Trofi dari MAPSI di Banyubiru

Kamis, 1 September 2016. Fajar menyingsing di awal bulan itu, seakan mengabarkan bahwa hari akan dilalui dengan cerah langit biru. Saat matahari mulai memancarkan sinarnya, menjadi saat bagi kami untuk mempersiapkan diri menghadapi pentas lomba Mata Pelajaran dan Seni Islam (MAPSI) Tingkat Kab. Semarang setelah sebelumnya bertanding dalam tingkat Sub Rayon 07. Peserta juara 1 tingkat sub rayon itulah yang kemudian direkomendasikan untuk maju ke tingkat kabupaten. Dan selanjutnya, pemenang tingkat kabupaten akan maju ke tingkat propinsi pada 22 Oktober 2016 nanti di Purbalingga.


Tiga santri SMPIT Nurul Islam Tengaran menjadi perwakilan Sub Rayon 07 setelah sebelumnya menyabet juara 1 dari kategori lomba :


1. Tahfizh putra a.n. M. Zulfi Akmal

2. Tahfizh putri a.n. Dinar Amalia Kautsar

3. Tartil putra a.n. Candra Darmawan


MAPSI Tingkat Kabupaten Semarang yang bertempat di SMPN 1 Banyubiru dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Semarang, Dewi Pramuningsih. Berita menggembirakan yang disampaikan beliau adalah MAPSI tahun 2016 ini sepenuhnya dibiayai oleh APBD Kab. Semarang, alhamdulillah. Karena MAPSI bertahun-tahun sebelumnya dibiayai secara mandiri oleh MGMP PAI dengan gotong royong iuran sekolah.


Usai sesi upacara pembukaan, masing-masing peserta lomba langsung menuju ruang lomba yang telah disediakan di ruang-ruang kelas. Dewan juri pada tiap lomba yang telah menempatkan diri pada ruangannya menyampaikan tata cara beserta etika perlombaan. Wajar, raut muka para peserta diiringi dengan sedikit rasa berdebar. Tentu mereka semua telah melalui proses ketat latihan sebelumnya, namun yang hadir saat ini adalah peserta terbaik dari tujuh sub rayon.


Ada yang unik dari keikutsertaan dalam lomba-lomba seperti ini. Para peserta dari santri SMPIT Nurul Islam Tengaran menolak ajakan sarapan sebelum lomba dengan alasan menjaga kualitas suara. Cukuplah air putih menemani perjuangan menghadapi detik-detik perlombaan, dan sarapan menjadi pemuas letih selepas lomba nanti.


Pendamping lomba, Ustadz Khoirul Umar, dengan berbekal kamera Canon berencana mengabadikan prosesi lomba dari masing-masing peserta SMPIT Nurul Islam Tengaran. Namun, stand panggung lomba rebana ternyata memantulkan suara keras yang tak memungkinkan rekam video prosesi lomba. Hanya foto saja yang bisa diabadikan.


Selepas prosesi lomba, kami ajak ketiga santri tersebut untuk menyaksikan lomba rebana yang masih berlangsung di panggung utama MAPSI. Kelelahan usai lomba lumayan terobati dengan penampilan tim-tim rebana yang berlomba menampilkan performa terbaiknya, menjadi hiburan yang sangat menarik. Menariknya lagi, tim rebana yang satu sub rayon dengan kami, tampil dengan kemasan yang memukau, baik kostum, koreografi gerakan, musik latar, dan suara para vokal yang dipadu dengan sangat merdu. Sepertinya kami yakin mereka pantas mendapat juara 1, mereka adalah tim rebana dari SMPN 1 Tengaran. Qoshidah pertamanya, Yaa Badrotin memukau hadirin dengan liuk gerakan dan suaranya, dengan kreasi lagu yang dipadu dengan lirik nasionalisme, diteguhkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih. Applause pun serentak disuguhkan hadirin. Di qoshidah keduanya, tak kalah mengguncang hati hadirin, dengan tajuk berjudul Palestina, qoshidah itu berhasil menyampaikan pesan simpatik pada penderitaan rakyat Palestina.


Pukul 14.00 adalah jadwal penutupan, sekaligus menjadi sesi yang sangat dinanti semua peserta dan pendamping lomba. Saat itulah babak pengumuman pemenang 13 kategori lomba MAPSI Tingkat Kabupaten Semarang, juga peneguhan Juara Umum, akankah Sub Rayon 07 kembali meraih trofi juara umum setelah tiga kali sebelumnya berturut-turut mempertahankannya.


Tibalah saat pengumuman, dan syukur kepada Allah, SMPIT Nurul Islam meraih dua trofi, dari kategori lomba :


1. Tartil putra a.n. Candra Darmawan meraih juara 2 (perak)

2. Tahfizh putri a.n. Dinar Amalia Kautsar meraih juara 3 (perunggu)


Dari Sub Rayon 07, SMPN 1 Tengaran menyumbang satu emas (juara 1) dari kategori Rebana. SMPN 2 Tengaran menyumbang satu emas dari kategori Kaligrafi. Dan SMPIT Izzatul Islam menyumbang empat perak.


Dan ternyata, Sub Rayon 07 mesti merelakan melepas trofi juaran umumnya untuk diberikan kepada Sub Rayon 01 yang meraih empat emas.


Sore pun menjelang, kami berkemas pulang dengan sepenuh syukur. Bahwa apapun yang kami raih, jika telah didahului dengan ikhtiar dan doa kepada Allah, tak ada hasil yang buruk. Berikut kesuksesan ini disumbang oleh support dan doa oleh para guru dan seluruh santri. Waffaqanallah.


--------

Reportase oleh oem@rt