Pesantren Nurul Islam Tengaran Gelar Dauroh Tajwid Matn Jazariyyah untuk Guru Tahfizh

Tahfizh AlQuran menjadi program wajib seluruh santri SMPIT-SMAIT-MA Nurul Islam Tengaran dengan target minimal kompetensi lulusan hafal 5 juz.

Menghafal saja bagi santri, atau menyimak hafalan bagi muhaffizh (guru tahfizh) tentu tidak cukup untuk mencapai kompetensi ideal. Karena membaca AlQuran tidaklah seperti membaca koran atau tulisan di luar AlQuran. Ia memiliki ketentuan khusus yang di antaranya harus membacanya dengan 'tartil'. 

Tartil -seperti yang dikatakan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra- adalah membaca AlQuran dengan tajwid dan mengetahui tempat berhentinya. Adapun hukumnya, mempelajari ilmunya adalah fardhu kifayah, adapun membaca AlQuran dengan tajwid adalah fardhu 'ain. Artinya setiap orang, tanpa kecuali, harus berusaha membaca AlQuran dengan tajwid.

Sedangkan bagi muhaffizh, tidak mungkin mengajarkan AlQuran tanpa mengetahui ilmu tajwid. Tidak mungkin mengoreksi bacaan santri hanya dengan modal 'pokoknya begini, pokonya begitu'. Maka atas kesadaran tersebut, Tim Penjamin Mutu AlQuran Pondok Pesantren Sabilul Khoirot menyelenggarakan Dauroh Tajwid yang diambil dari intisari Matn Muqaddimah Al-Jazariyyah. Matn tersebut adalah salah satu referensi induk dari ilmu tajwid yang ada pada zaman moderen saat ini. Mengapa Al-Jazariyyah dulu, bukan Matn Tuhfatul Athfal atau yang lainnya. Karena sistematika pembelajaran ilmu tajwid akan sempurna didahului dengan tema Makharijul Huruf, dan itu ada di Matn Al-Jazariyyah.

Dauroh ini diselenggarakan pada Selasa-Rabu, 25-26 Mei 2021 mulai pukul 08.00 s.d. 15.00 yang dibagi menjadi enam sesi. Pemateri tunggalnya adalah Ustadz Khoirul Umar yang telah malang melintang dalam dunia pendidikan AlQuran baik ilmu tajwid maupun qiroat. 

Rincian materinya adalah Pengenalan Ilmu Tajwid dan Qiroat, Makharijul Huruf, Sifat Asli Huruf, dan Sifat Kondisional Huruf. Semoga dauroh ini bisa menjadi bekal bagi muhaffizh dalam pembinaan AlQuran para santri. Dan bisa dilanjutkan dengan dauroh semisal pada batch berikutnya. (red/umar)